Mitos Seputar Kanker Payudara

Periksa Payudara Anda Sejak Dini.

jurnalbarru>>Breast cancer atau kanker payudara memang menjadi momok yang sangat menakutkan. Maklum, di Indonesia kanker ini menjadi pembunuh perempuan nomor dua setelah kanker mulut rahim (cervical cancer). Bahkan, menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO), setiap tahun kanker payudara merenggut 519 jiwa di seluruh dunia.

Penyebab pastinya belum diketahui dengan jelas hingga kini. Meskipun begitu, sejumlah studi menunjukkan deteksi dini dan gaya hidup sehat dapat mencegah kanker payudara. Karena setiap perempuan berisiko mengalami kanker payudara, kita perlu mengenali dan memahami penyakit ini. Berikut beberapa mitos dan fakta seputar kanker payudara.

Mitos: Benjolan = Pertanda Kanker
Fakta: 80 persen benjolan di payudara adalah jinak dan tidak bersifat kanker. Namun, jika menemukan benjolan di payudara, sebaiknya periksakan diri ke dokter dan lakukan mamografi jika dokter menganjurkan. “Untuk amannya, benjolan tak wajar pada payudara dianggap kanker sampai terbukti bukan,” jelas dr Sutjipto Sp(B).Onk, Ketua Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta (YKPJ), beberapa waktu lalu, saat bincang-bincang tentang kanker payudara dengan wartawan.

Mitos: Merupakan Penyakit Keturunan
Fakta:  Menurut onkolog yang juga founder breastcancer.org, perempuan yang memiliki sejarah keluarga menderita kanker payudara berisiko lebih besar. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui sejarah kanker payudara dari ayah atau ibu. Namun, faktor lain, seperti alkohol, rokok, obat-obatan, dan diet juga bisa memengaruhi kemungkinan seorang perempuan menderita kanker ini.

Mitos: Perempuan Muda Lebih Berisiko
Fakta: Meski mulai ditemukan pada perempuan usia 18 tahun, menurut Presiden National Research Center for Women & Families, dr Diana Zuckerman, perempuan usia 40-50 tahun ke atas paling berisiko menderita kanker ini.

Mitos: Berdampak Fatal
Fakta: Menurut Zuckerman, kanker payudara sendiri tidak fatal, tetapi jika kanker menyebar ke bagian tubuh lain hingga simpul limpa, paru-paru, bahkan hingga tulang dan darah, ini yang bisa meningkatkan risiko kematian. Jadi, penting dilakukan deteksi dan penanganan dini agar kanker tidak menyebar.

Mitos: Mastectomy adalah cara terbaik menyembuhkan kanker payudara
Fakta: Menurut Zuckerman, sedikit sekali perempuan yang terdiagnosa menderita kanker payudara perlu mastectomy (pengangkatan satu atau kedua payudara). Faktanya, sebagian besar perempuan yang melakukan mastectomy tidak memerlukannya. Pasalnya, 75 persen perempuan yang menderita kanker payudara, setiap tahun hanya akan bergantung pada kemoterapi, radiasi, dan lumpectomy (operasi pengangkatan gumpalan dari payudara yang terkena kanker).

Perihal BarruNews
Terima Kasih Komentarnya, Ayo Kirimkan Tulisan/ Opini Atau Kegiatan Ataukah Kabar Kejadian Di Sekitar anda Untuk Diberitakan di BarruNews. Silahkan Kirim ke email : jurnalbarru@gmail.com ATAU Join Us Di Facebook : Barru News. Jangan Lupa Sertakan Foto.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: