PLTU Barru, Terbesar di KTI Tapi dinilai Berbahaya

PLTU Barru

PLTU Barru

jurnalbarru>>Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang saat ini sedang dibangun di Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel) dinilai membahayakan lingkungan karena menggunakan energi batu bara. Direktur Eksekutif LSM Fosil Anwar Lasappa mengatakan, kebijakan menggunakan energi batu bara pada pembangkit dinilai tidak tepat.

Selain Sulsel tidak memiliki potensi batu bara yang baik, bahan bakar tersebut juga tidak ramah lingkungan. “Mengapa tidak menggunakan energi gas saja.”ungkap dia.Persoalan lingkungan itu tidak boleh diremehkan dan harus dicermati baik karena berpotensi menimbulkan dampak sosial yang besar ke depan. Dia mengatakan, yang seharusnya menjadi pertimbangan utama saat membangun pembangkit listrik adalah persoalan sumber energi. Dia mencontohkan, sering tersendatnya pengoperasian pembangkit listrik batu bara di Pulau Jawa akibat faktor alam yang kerap menghalangi pengiriman batu bara.

“Hal itu juga sepertinya tidak diperhatikan pemerintah dan investor,” ujarnya.

Sementara Manager Pembangkit PT PLN Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampapua), Andi Paherangi mengungkapkan bahwa jika dua unit pembangkit listrik yang berkekuatan 2 X 50 Megawatt (MW) ini beroperasi, maka diperkirakan PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (Sultanbatara) akan memiliki cadangan daya sebesar 30 persen.

Dua unit mesin pembangkit yang bahan bakarnya akan dipasok dari Kalimantan Selatan, juga akan terhubung ke sistem interkoneksi yang ada di wilayah Sulawesi, dan PLTU yang dibangun di Kabupaten Barru saat ini, adalah PLTU terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

“Jika PLTU Barru ini telah beroperasi, maka kami bisa menjamin tidak akan ada lagi pemadaman listrik di wilayah PLN Sulatanbatara,” katanya.

Perihal BarruNews
Terima Kasih Komentarnya, Ayo Kirimkan Tulisan/ Opini Atau Kegiatan Ataukah Kabar Kejadian Di Sekitar anda Untuk Diberitakan di BarruNews. Silahkan Kirim ke email : jurnalbarru@gmail.com ATAU Join Us Di Facebook : Barru News. Jangan Lupa Sertakan Foto.

11 Responses to PLTU Barru, Terbesar di KTI Tapi dinilai Berbahaya

  1. Musa Manurung mengatakan:

    sekedar info,
    pemasok batubara untuk oprasional pltu sulsel ini adalah anak perusahaan grup bumi resource milik bakri, kaltim prima coal.
    Salah satu perusahaan pengemplang pajak yang ditangani gayus.

  2. anjoenk mengatakan:

    wah…wah……katax akibat dari PLTU ini akan mengakibatkan hujan abu…disekitar daerah Barru…disebabkan oleh Limbah PLTU.tapi sy juga kurang tau…..pastix.

  3. bozzo mengatakan:

    Pemda tidak memikirkan alternatif pembangkit lain …… yg jelas polusi akibat limbah ini pasti ada.

  4. antidemocrazy mengatakan:

    sekedar informasi..
    bahwa sisa abu batubara hasil limbah pembangkit memiliki nilai ekonomi tinggi..
    abu limbah batubara tsb dapat menjadi bahan baku campuran industru semen..dan ini telah dilakukan oleh Semen Tonasa..dgn menambahkan abu batubara pd campuran semen shgga meningkatkan kekuatan.
    Semen Padang membeli limbah abu batubara utk campuran semen tsb dr PLTU di Cilegon..
    jd jngan takut dgn issu polusi dr limbah abu batubara tsb..
    terima kasih

  5. achenkz mengatakan:

    asalkan penanganan limbahnya bagus, saya kira polusi akan bisa diminimalisir

  6. ua mengatakan:

    WAHHH SAYA DEKAT pltu JUGA … GIMANAMI////?????🙂

  7. Syarifuddin mengatakan:

    Saya adalah orang Barru yang pernah bekerja di Kalimantan, dan saya cukup perihatin dengan kondisi Barru yang sumber dayanya sangat bagus, tapi kehidupan masyarakatnya lebih banyak merantau.

    Segala investasi pasti ada resiko yang harus di tanggung. Ada 3 yang harus kita perhatikan dari pembangunan PLTU tersebut. Pertama, sistem pengelolaan limbah dan kondisi lingkungan di sekitar pabrik dengan radius darat 10KM, apakah ada permasalahan lingkungan akibat limbah? Seperti empang masyarakat yang tidak bisa berproduksi?. kedua masalah sosial atau di sebut CSR, program apa yang dilakukan pihak PLTU dalam pengembangan masyarakat di sekitar PLTU? ketiga adalah pemberdayaan masyarakat lokal, seberapa banyak masyarakat lokal yang bekerja di PLTU tersebut? Idealnya penggunaan tenaga kerja lokal adalah 70% dari total jumlah pekerja. Termasuk bagaimana PLTU tersebut mendidik masyaraka lokal yang bekerja ke arah management? Saya berharap PEMDA BARRU memperhatikan ketiga hal ini, agar kesejahteraan masyarakan BARRU lebih baik.

    Jika ingin diskusi lebih lanjut, silahkan kontak saya via email: u.syarifh@gmail.com

  8. Hara palanro mengatakan:

    Menurut saya pembangunan PLTU di Kab.Barru, adalah sebuah berita yang sangat Bagus, dan semoga kedepannya sudah tidak terjadi lagi pemadaman Listrik khususnya di Daerah Barru.

  9. ali mengatakan:

    perkenalkan saya Akbar Ali Ahmad, saya mantan tenaga safety waskita karya yang membangun PLTU Barru, memang saya akui pengolahan limbah di PLTU ini kurang maksimal, lihat saja fasilitas water treatmen nya kecil tidak sebesar milik PDAM, dan lagi teman-teman saya yg asli Barru yg melamar di PLTU ini gak ada yg masuk tuh.

  10. ahmad bugis mengatakan:

    klo masalah dampak lingkungannya sy rasa tdk terlaluji selama letaknya jauh dari pemukiman warga.tergantung sistemnya aja,cara penanganan limbahnya
    yg paling utama tenaga kerja hrs utamakan warga lokal.itu aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: