Barru Terendam Banjir, Camat Bantah Adanya Korban Jiwa

Banjir Tanete Riaja Barru

Banjir Tanete Riaja Barru

Jurnal Barru >> Sedikitnya lima desa di Kabupaten Barru terendam banjir karena tingginya curah hujan dan luapan air sungai, sejak Rabu (12/1) hingga kamis (13/1). Lokasi dimaksud adalah Desa Balusu di Kecamatan Balusu serta empat desa di Kecamatan Tanete Riaja, yakni Desa Lempang, Desa Lompo Tengah, Desa Mattirowalie Lompoe Riaja, dan Desa Libureng.Di Desa Balusu, ratusan hektare areal persawahan warga terendam di sejumlah dusun.

Seorang warga Desa Balusu, Wati, mengatakan, petani di daerahnya kesulitan karena banjir merendam sawah. “Petani baru saja menanam benih padi dua hari yang lalu. Karena rendaman banjir, benih itu rusak. Petani harus menanam ulang,” tambah Wati. Sedangkan seorang petani, Burhanuddin, mengaku, persawahan di daerahnya rawan banjir setelah proyek pelebaran jalan beton rampung, karena tidak memiliki saluran air yang tembus ke sisi jalan yang menuju tepi pantai.

Transportasi Lumpuh Sementara banjir yang melanda empat desa di Kecamatan Tanete Riaja, sempat melumpuhkan arus transportasi sepanjang 10 kilometer menuju arah Kabupaten Soppeng, selama beberapa jam. Ketinggian air sempat mencapai paha orang dewasa. Menjelang petang, air mulai surut, namun jalan poros di daerah itu hanya bisa dilalui kendaraan roda empat atau mobil. Itu pun hanya beberapa sopir yang berani “menembus” genangan air, yang ketika itu tingginya hingga lutut orang dewasa.

Selain jalan poros, sejumlah rumah, masjid, sekolah, dan fasilitas umum lainnya ikut terendam. Warga juga mengamankan ternak ke tempat yang lebih aman. Selain itu, beberapa warga menggantung sepeda motor mereka di kolong rumah untuk menghindari rendaman air. Camat Tanete Riaja, Andi Adnan Azis, yang didampingi beberapa kepala desa dan kepala dusun di lokasi banjir, Desa Lompo Tengah, mengatakan, musibah ini merupakan banjir ulangan yang pernah terjadi 12 tahun lalu di Kecamatan Tanete Riaja. Adnan menjelaskan, terjadi longsor di beberapa lokasi dan jembatan gantung di Worongnge Desa Kading dan Desa Lompo Tengah terputus. “Rumah warga yang terendam sekitar 300 buah, termasuk kandang-kandang ternak,” ujarnya. Ia menjelaskan, dari sekitar 1.800 hektare areal pertanian di kecamatan itu, sekitar 700 hektare terendam. “Banjir di empat desa ini sudah kami laporkan ke Bapak Bupati. Selanjutnya kami melakukan koordinasi dengan instansi terkait, untuk siaga membantu warga,” katanya.

Terkait adanya isu warga Desa Lempang, Kecamatan Tanete Riaja, Barru yang diduga tewas hanyut terbawa arus banjir, camat setempat, Andi Adnan Azis mengatakan, hal itu tidak ada.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi pihak kecamatan dengan polsek, koramil, dan laporan para kepala desa serta kepala dusun, kabar tersebut tidak bisa ditemukan kebenarannya. “Sudah kami cek informasi yang beredar di Desa Lempang, itu belum ada. Dan mudah-mudahan tidak ada kejadian seperti itu,” katanya

Perihal BarruNews
Terima Kasih Komentarnya, Ayo Kirimkan Tulisan/ Opini Atau Kegiatan Ataukah Kabar Kejadian Di Sekitar anda Untuk Diberitakan di BarruNews. Silahkan Kirim ke email : jurnalbarru@gmail.com ATAU Join Us Di Facebook : Barru News. Jangan Lupa Sertakan Foto.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: